Total Pageviews

Monday, March 25, 2013

Memaafkan....



Bahkan sangat sulit untuk memaafkan diri sendiri.
Sulit.
Bagai hilangnya selulit dari kulit.

Ikhlas
Demikiankah sulitnya?
Bahkan untuk menghapus luka hingga tak berbekas?

Thursday, December 22, 2011

Terkhianati

Aku mendengar suatu statement.

Terlepas itu diungkapkan saat marah atau tidak,
Tapi aku sangat terluka dengan statement tersebut.

Terkhianati, terasa amat sangat....

Siapa pun dia yang menyatakan,
Entah saudara kembarmu,
Salah satu atau kedua orang tuamu,
Kakak atau adikmu,
Siapa pun.....

Hal sangat kecil bisa dengan mudah membuatku merasa terkhianati...

Untuk hal kecil saja dengan mudahnya mengkhianati,
Bagaimana dengan hal besar?
Hal mendasar saja tidak disadari,
Bagaimana dengan hal yang besar?

Tapi,
Sebenarnya kusadari bahwa
Aku -indeed- telah mengkhianati diri sendiri
Dengan tak bisa memaafkan diri sendiri

Kemudian
Kusalahkan hidup ini
Sebagai yang telah mengkhianati.....

Hidup adalah pengkhianat
Kenangan adalah pengkhianat

Dan pengkhianatan itu sakit
Teramat sangat

Membuatkan lubang yang berpilin bak lubang hitam di semesta
Menarik semua asa yang ada
Menguburkan rasa suka

Hanya aku yang ada
Sendiri
Menangisi.......

Saturday, June 25, 2011

ORANG GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!

Halo hola halilu hulahop!
Udah lama enggak nge-blog.


25 Juni 2010, subuh.
Bangun pagi ambil HP, buka detikcom.
Ada beberapa artikel sangat mengganggu saya.
Saya posting di sini sebagai apa ya...... 
Hm, mungkin hanya menyuarakan beberapa orang yang menuangkan uneg-unegnya melalui komentar artikel.....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------






http://www.detiknews.com/read/2011/06/24/210924/1668319/10/kader-pdip-bentrok-dalam-peringatan-bulan-bung-karno-di-magelang


Komentar saya:
Kaaaaaaagak waraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas!
Kaaaaagak waraaaaaaaaaasss!
(Pake gaya "Orang Gila!"-nya Ceriwis, yaaaaaa......)


http://www.detiknews.com/read/2011/06/25/010435/1668358/10/pks-tetap-tolak-bujuk-adang-pulangkan-nunun?n991102605


Komentar saya:

Kaaaaaaagak waraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas!
Kaaaaagak waraaaaaaaaaasss!
(Pake gaya "Orang Gila!"-nya Ceriwis, yaaaaaa......)

(Silakan baca kalimat terakhir)

Komentar saya:
Kaaaaaaagak waraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas!
Kaaaaagak waraaaaaaaaaasss!
(Pake gaya "Orang Gila!"-nya Ceriwis, yaaaaaa......)

Sekian!
Selamat hari Sabtu!

Sunday, April 10, 2011

Udah lama enggak psoting......


Udah lama enggak posting. Apa kabar ya....
久しぶりにカキコしました。どうなってるんかな。

Saturday, January 29, 2011

Kakek Tua

Kakek Tua

+++++++

Dear Allah.......
Hamba-Mu ingin mengakui sesuatu.....
Hamba merasa amat sangat malu pada-Mu, ya Allah.

Hamba tak akan pernah bisa siap menghadap-Mu
Hamba penuh dengan sifat kemanusiaan hamba....

Dear Allah,
Tadi malam hamba melintasi daerah Cilandak.
Dari sudut mata hamba, terlihat sesosok kakek tua renta berjalan tertatih....
Berjalan tertatih menyeret kakinya di kegelapan.....
Allah,
Hamba melewati kakek itu.
Kemudian lagi, dari sudut mata,
Hamba melihat kakek itu bertongkat untuk membantunya berjalan.

Dada ini merasa sesak.

Allah,
Dada hamba bertambah sesak saat hamba melihat
Bahwa di tongkat kakek, terdapat papan tipis kecil
Bertuliskan:

"Tukang Pijet... Menerima panggilan"

Ya Allah Yang Maha Pengasih....
Betapa congkaknya hamba terus melajukan motor
Tanpa mempedulikan sang kakek yang mungkin lapar.....

Dalam segala keterbatasannya, kakek tetap berjuang
Mencari selembar atau beberapa lembar uang
Untuk makan sendiri atau orang lain.

Allah,
Terbayang dalam kepala hamba
Betapa sang kakek akan menjunjung
Uang yang diterimanya
Di atas kepalanya, sembari berucap:
"Alhamdulillaah...."

Allah,
Hamba banyak hidup dalam kemewahan-Mu.
Tapi mengapa tiada jua rasa syukur muncul dari hamba?
Mengapa hal kecil duniawi bisa membuat hamba mengeluh?

Allah Sang Maha Pencipta,
Hamba tak akan pernah bisa siap menghadap Engkau.....

Allah,
Hamba bersujud memohon rasa SYUKUR dan IKHLAS atas segala
Nikmat dan karunia-Mu......

Allah Sang Maha Segala,
Hamba anak durhaka
Hamba manusia yang bersifat manusia.

Allah Sang Maha Sempurna,
Betapa daku tak akan lepas sujud kepada-Mu
Atas segala yang Engkau mau....





#Kakek, maafin Fadjar enggak berhenti dan menyapa Kakek ya?

Tuesday, December 21, 2010

KORUPSI!

Korupsi.........


Kata itu sering kita dengar dan kita baca mupun kita simak setiap hari.
Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa kita juga melakukan korupsi setiap harinya?

1) Menghentikan kendaraan di atas zbra cross, sehingga kita merampas hak penyeberang jalan. 
KORUPSI.
2) Menggelar lapak dagangan di trotoar, sehingga hak pejalan kaki untuk berjalan di trotoar dirampas. 
KORUPSI.
3) Lampu lalu lintas masih merah, tetapi sudah melajukan kendaraan beberapa detik sebelum hijau. 
KORUPSI.
4) Lalu lalu lintas sudah merah, tetapi tetap "ngebut" menerobos lampu lalu lintas beberapa detik. 
KORUPSI.
5) Mengobrol melantur (atau bergosip) selama jam kerja. 
KORUPSI.
6) Shalat berlama-lama selama jam kerja. 
KORUPSI. ==> Shalat bisa dilakukan selama lunch time, atau setelah jam 5 sore. Atau minimal, tidak berlama-lama.....
7) Memakai kendaraan kantor untuk kepentingan pribadi. 
KORUPSI.
8) Membuang sampah sembarangan, sehingga orang lain terampas hak kebersihan dan kenyamanannya. 
KORUPSI.
9) Datang terlambat dari janji, sehingga orang lain waktunya tersia-sia menunggu. 
KORUPSI.
10) Malas tersenyum, sehingga kenyamanan hati orang lain terganggu.
KORUPSI.
11) Bangunan rumah tinggal atau rumah ibadah dibangun melebihi batas sertifikat tanah.
KORUPSI.

Banyak!
Bercerminlah bahwa banyak sekali korupsi tidak tersadari yang kita lakukan setiap hari.
Astaghfirullaahaladzim....

Semoga kita dijauhkan.
Amin......

 

Saturday, November 27, 2010

Hampir sepuluh tahun yang lalu... Daku sedemikian religiusnya.....

Pengajian Rutin PPI Tsukuba                                                                                      

Fadjar Guntara
Ahad, 9 September 2001

Dilarang  Merusak  Lingkungan


              Assalaamu`alaikum wr wb.

              Puji dan syukur kita panjatkan bagi Allah SWT, Tuhan Maha Pencipta, dan wasalat serta salam semoga selalu dilimpahkan bagi Rasulullaah Muhammad SAW sampai kepada kita, pengikutnya.

               Pengajian kali ini akan membicarakan masalah mengenai “dilarang merusak lingkungan” yang tidak hanya membahas mengenai lingkungan alam sekitar, akan tetapi juga sedikit mengikutsertakan mengenai masalah lingkungan yang terjadi antar manusia, atau singkungan sosial.

Al-Baqarah (2): 60
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu’. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rejeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.”

Al-Qashash (28): 77
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagian dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

              Dari ayat di atas, dapat diketahui bahwa segala yang kita makan, minum, pakai dan sebagainya, seharusnya adalah yang dianugerahkan oleh Allah SWT, tanpa harus berbuat tamak atau loba untuk memenuhi kebutuhan. Manusia, sering berbuat semena-mena hanya untuk memenuhi kebutuhan sekundernya.

Al-Maidah (5): 33
“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka memperoleh siksaan yang besar.”

Ar-Ra`d (13): 25
“Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di muka bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang paling buruk (Jahannam).”

              Kedua ayat di atas dengan jelas membeberkan pembalasan Allah terhadap orang-orang yang berbuat kejahatan dengan membuat kerusakan di muka bumi.

Al-A`raaf (7): 74
“Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum `Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu meraja lela di muka bumi membuat kerusakan.”

              Ayat dari surat Al-A`raaf tersebut di atas, menunjukkan bahwa manusia diperbolehkan membangun dan memakai alam, akan tetapi juga diperingatkan bahwa tidak boleh melupakan nikmat Allah dan tidak boleh juga merusak.

              Sesungguhnya, Allah SWT Maha Kuasa dan Maha Pencipta, sehingga kerusakan-kerusakan alam yang telah diperbuat oleh manusia, akan diperbaiki kembali oleh-Nya. Seperti yang telah diungkapkan dalam ayat di bawah.

Al-A`raaf (7): 85
“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka Syu`aib. Ia berkata: ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.”

              Dari ayat tersebut di atas juga Allah memerintahkan manusia untuk berbuat adil antar sesama manusia dengan cara tidak merugikan hak-hak manusia itu sendiri, agar tidak terjadi kerusakan hubungan sosial.

Hud (11): 85
“Dan Syu`aib berkata: ‘Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan berbuat kerusakan.”

Asy-Syu`araa` (26): 183
“Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;”

Asy-Syu`araa` (26): 151
“dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas,”

Asy-Syu`araa` (26): 152
yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.”

              Dari dua surat Asy-Syu`araa` di atas, dapat diketahui bahwa umat Islam dilarang mematuhi orang yang melewati batas, dan membuat kerusakan di muka bumi tanpa mengadakan perbaikan daripadanya.

              Allah tidak menyukai kebinasan. Allah memberikan pencerminan bagi manusia terhadap kerusakan yang telah mereka timbulkan sendiri, agar manusia kembali mengingat-Nya.

Ar-Ruum (31): 41
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Al-Baqarah (2): 205
“Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.”

              Allah yang Maha Pemurah, tidak menyukai kebinasaan, dan Allah juga melarang umat Islam yang mukmin berbuat kerusakan di atas muka bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan, sedangkan orang-orang yang berbuat kerusakan itu seperti layaknya orang-orang Yahudi.

Al-Maidah (5): 64
“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Tangan Allah terbelenggu’, sebenarnya tangan merekalah yang terbelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al-Qur`an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan diantara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian diantara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.”

              Semoga kita selalu terlindung dan selalu dijauhkan dari dosa-dosa, serta bukan menjadi salah seorang dari orang-orang perusak yang tidak disukai oleh Allah SWT. Amin.

               Wassalaamu`alaikum wr wb.